Komika Disabilitas Dani Aditya Dukung Prabowo-Gibran: Semua Punya Hak Suara

Jumat, 26 Januari 2024 – 17:19 WIB

Jakarta – Komika Dani Aditya mengungkap keresahannya tentang kelompok disabilitas yang dipandang sebelah mata saat menyuarakan hak politik mereka secara terbuka. 

Baca Juga :

Moeldoko Tegaskan Presiden dan Seluruh Pejabat Publik Punya Hak untuk Kampanye

Dalam unggahan video di akun instagram pribadinya, @daniaaditya pada Jumat, 26 Januari 2024, Dani merasa prihatin atas kondisi tersebut dan menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak politik yang sama, termasuk di dalamnya kelompok disabilitas. 

“Giliran disabilitas mau bersuara aja, mau dibungkam oleh orang normal ✌️✌️✌️,” tulis Dani di instagramnya.

Baca Juga :

Salam Dua Jari Muncul dari Mobil Presiden, Gerindra: Tak Bisa Dimaknai Dukungan

Ia kemudian bercerita, sejak kecil dirinya kerap mendapat perkataan yang tidak menyenangkan karena keterbatasan yang dimiliki. “Dari kecil saya sudah biasa dibilangin, ‘Disabilitas itu hidup aja sudah syukur, gak usah punya pilihan lah. Gak usah berbeda, ngikut aja sama yang normal’,” sambungnya.

Baca Juga :

Dukungan Makin ke Mengalir Jelang Pencoblosan, Ketua TKN Lapor ke Prabowo

“Padahal, disabilitas itu juga bisa berkarya, punya prestasi dan punya hak yang sama dengan yang lainnya. Lagipula, kata siapa disabilitas gak bisa apa-apa?,” kata Dani sambil menunjukkan aksi roll depan seraya berpose 2 jari dan diiringi lagu ‘Oke Gas 2’.

Komika Dani Aditya

Dani mengatakan saat ia menyuarakan pilihan politiknya, tidak sedikit warganet yang memberikan sindiran, bahkan menyebut Dani sebagai buzzer; dibayar oleh pihak tertentu; hingga menuliskan kata-kata yang kurang pantas di kolom komentar instagramnya, seperti ‘Yahh pantesan putusan MK catat, pendukungnya ikutan cacat’ dan ‘Makin lumpuh Bang klo dukung 02’.

Unggahan video Dani sontak mendapat respons beragam dari warganet. Mayoritas dari mereka setuju jika kelompok disabilitas juga memiliki hak yang sama dalam politik, termasuk didalamnya menyuarakan dan menentukan sendiri arah dukungan untuk pasangan calon presiden serta calon wakil presiden sesuai hati nurani.

Baca Juga  cara daftar kuliah di Kupang 2023

Sebagai informasi, Dani merupakan komika yang mengidap cerebral palsy sejak lahir, namun kondisi tersebut semakin parah ketika ia mengalami kecelakaan mobil pada usia 5 tahun. Dani harus duduk di kursi roda untuk menjalani kegiatannya sehari-hari.

Halaman Selanjutnya

Dani mengatakan saat ia menyuarakan pilihan politiknya, tidak sedikit warganet yang memberikan sindiran, bahkan menyebut Dani sebagai buzzer; dibayar oleh pihak tertentu; hingga menuliskan kata-kata yang kurang pantas di kolom komentar instagramnya, seperti ‘Yahh pantesan putusan MK catat, pendukungnya ikutan cacat’ dan ‘Makin lumpuh Bang klo dukung 02’.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *