Polisi Selidiki TKI NTT yang Disiksa dan Tak Digaji Selama 3 Tahun di Malaysia

Rabu, 6 Maret 2024 – 12:04 WIB

NTT – Viral di media sosial menyebutkan kalau seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tidak digaji sudah tiga tahun bekerja di Malaysia. Kini, aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Baca Juga :

Bukan 7 Orang, Polisi India Bekuk 8 Tersangka Pemerkosaan Pada Vlogger Spanyol

Salah satunya diposting akun Instagaram @kabarnegri. Akun ini memberikan informasi kalau TKI asal NTT itu juga tidak diizinkan memakai telepon genggam. Kemudian, dia juga disiksa dan dipaksa kerja.

“Tiga tahun kerja tak digaji, tak boleh pakai HP, nomor keluarga dibuang sama majikan, dipukul, kerja paksa, mau pulang tapi tak tau bagaimana, ini kakak orang NTT, tolong bagikan sampe keluarganya bisa tau. Kami hanya bantu saja,” demikian seperti dikutip pada Rabu, 6 Maret 2024.

Baca Juga :

Gagal Caleg, Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur Divonis Penjara Karena Bawa Mobil Dinas di Kampanye

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Polisi Ariasandy.

Terkait hal ini, Korps Bhayangkara mengaku telah menerima laporan tersebut. Polda NTT lagi menangani laporan kasus tersebut. Hal ini diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Ariasandy. Kata dia, penanganan dilakukan oleh Polres Nagekeo dibackup Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT.

Baca Juga :

Dasril Sempat Tidur Bareng Jasad Istrinya yang Dibunuh Selama 2 Hari

“Sementara proses penanganan oleh penyidik Polres Nagekeo yang dibackup penyidik Ditkrimum Polda NTT,” kata Ariasandy.

Dirinya menambahkan, pihak keluarga korban juga sudah dimintai keterangannya terkait hal ini. Ariasandy menyebut, kalau korban dimasukkan ke Malaysia secara ilegal oleh terduga pelaku yang sedang diburu.

“Sementara berproses, termasuk pelaku yang sebagai perantara yang bantu ke luar negeri secara ilegal,” katanya.

Baca Juga  Konten Seronok Makan Es Krim Oklin Fia Dilaporkan ke Polisi

Halaman Selanjutnya

“Sementara berproses, termasuk pelaku yang sebagai perantara yang bantu ke luar negeri secara ilegal,” katanya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *